01_tim_bcc_juara_3_hackavidia_2020
10:15

Tim BCC Sweet n Sour Juara 3 Hackavidia 2020

Tim BCC Sweet n Sour yang beranggotakan tiga mahasiswa angkatan 2017 Program Studi Teknik Informatika (Prodi TIF) Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (FILKOM UB) berhasil meraih juara 3 dalam kompetisi tingkat nasional Hackavidia 2020 (8-9/2/2020). Mereka adalah Gilang Nur A’idi (project manager dan product designer), Muhammad Wildan Aldiansyah (Back-end Developer) dan Eka Iqbal Virgiawan (Front-end Developer). Ketiganya juga bergabung dengan salah satu komunitas yang ada di FILKOM yaitu Basic Computing Community (BCC). Pengalaman tersebut merupakan pengalaman sekaligus prestasi pertama mereka selama menjadi mahasiswa di FILKOM UB.

Untuk diketahui Hackavidia adalah sebuah kompetisi Hackathon yang memberikan wadah bagi para pengembang perangkat lunak untuk berkumpul dan berkolaborasi dalam memberikan solusi pada suatu permasalahan. Kompetisi ini meliputi dua babak penyisihan dan babak final. Babak penyisihan dilakukan secara online sedangkan babak final diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung (ITB). Disampaikan oleh Gilang bahwa babak penyisihan 1 adalah seleksi proposal dan babak penyisihan 2 adalah babak seleksi video yang berisi solusi yang ditawarkan pada suatu daerah dan juga profil desa atau lokasi tempat penelitian. Kemudian babak terakhir adalah babak final yang diikuti oleh 15 tim terbaik.

“Ada lima belas tim yang terpilih untuk masuk babak final. Andara lain dari UB, UI, ITB, UGM, PENS, Prasetya Mulia dan ITS,” jelas Gilang.

Pada babak final dijelaskan Gilang bahwa setiap tim diberi waktu 24 jam untuk melakukan pengembangan produk, kemudian mempresentasikan dan mendemokannya dihadapan dewan juri. Adapun produk yang dibuat oleh tim BCC Sweet n Sour dalam kompetisi ini adalah Farmo, sebuah aplikasi mobile yang berfungsi untuk membantu peternak ayam petelur dalam menentukan harga telur ayam yang akan dipasarkan, serta membantu pencatatan arus kas keluar dan masuk, serta menganalisis pendapatan bulanan. Studi kasus dilakukan pada komunitas peternak ayam yang ada di Desa Kedawung, Blitar, Jawa Timur.

Meski belum bisa meraih juara 1 dalam kompetisi kali ini, tapi Gilang dan rekan-rekannya merasa mendapat banyak ilmu baru yang bermanfaat. Pengalaman serta ilmu baru ini akan menjadi bekal bagi mereka untuk memperbaiki produk hasil penelitiannya agar menjadi lebih baik dan benar-benar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. [dna]

 

 

 

Share